07 Agustus 2012
Visi Ekonomi Menuju Indonesia Maju
hatta rajasa
share
Visi Ekonomi Menuju Indonesia Maju
Visi Ekonomi Indonesia 2025 yang disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa cukup jelas, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara berpengaruh pada tahun 2025 nanti. Jalan untuk mencapai Visi Ekonomi Indonesia 2005 itu mulai diretas. Berbagai program dipersiapkan untuk mendukung tercapainya visi ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah Program Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui program ini, Hatta Rajasa yakin, pada tahun 2025 nanti Indonesia akan sejajar dengan Negara-negara maju.
Optimisme Hatta bukan tanpa alasan. Jika kita merujuk pada catatan makro ekonomi Indonesia, mimpi Hatta tersebut sebetulnya tidak berlebihan. Coba kita lihat guratan perjalanan ekonomi kita beberapa tahun terakhir. Meski banyak pihak memandang Indonesia cenderung mendekati negara gagal, negara auto pilot, atau julukan yang dilahirkan oleh sikap pesimistis lainnya, namun sebetulnya saat ini ekonomi Indonesia berada dalam trend yang cukup positif.
Beberapa catatan trend positif itu antara lain, saat krisis global menghantam pada rentang 2008 – 2009, Indonesia menjadi satu diantara tiga negara (setelah China dan India) yang tetap mampu menjaga pertumbuhan positif. Pembangunan ekonomi Indonesia tidak pernah lay-off seperti yang terjadi di beberapa negara dunia.
Lihat saja data pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2006 misalnya. Di saat beberapa negara dunia sedang tiarap, Indonesia pada tahun itu mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen. Demikian halnya pada tahun-tahun berikutnya, pada 2007 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 persen, 2008 mencapai 6 persen, 2009 mencapai 4,6 persen, 2010 mencapai 6,1 persen, dan pada 2011 mencapai 6,5 persen. Dan pada tahun 2012 ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Bank Indonesia ada di kisaran angka 6,3 persen sampai 6,7 persen.
Indonesia juga menjadi satu-satunya negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang tergabung dalam kelompok 20 negara dengan status ekonomi maju dan ekonomi baru bangkit (G20). G20 merupakan forum pengganti kelompok 8 negara maju (G8). Seperti kita tahu, selama puluhan tahun, arah ekonomi dunia sangat ditentukan oleh kelompok 8 (G8) ini yang beranggotakan AS, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Rusia, Kanada, dan Jepang.
Itu sebabnya, Indonesia dinilai sangat layak masuk dalam kelompok negara berkembang dan berpengaruh di percaturan perekonomian global (Brazil, Rusia, India, China/BRIC). Layaknya Indonesia masuk dalam BRIC seperti diungkapkan oleh Goldman Sachs sekitar empat tahun lalu. Goldman Sachs membuat daftar sejumlah negara, seperti Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Turki, dan Vietnam dalam rangka mencari BRIC baru. Kriteria yang ia gunakan adalah negara dengan stabilitas ekonomi makro, kematangan politik, keterbukaan perdagangan dan kebijakan investasi, serta kualitas pendidikan.
Dengan rentetan catatan positif seperti tertuang di atas, tak begitu mengherankan apabila kemudian jika Hatta Rajasa sangat optimis terkait pembangunan ekonomi ke depan. Indonesia yang pernah luluh-lantah oleh hantaman krisis ekonomi pada 1998, ternyata bisa dengan cukup akseleratif bangkit dari keterpurukan dan berhasil menuai pembangunan ekonomi yang cukup mengesankan.
Untuk menyikapi hal ini, Hatta kemudian mendorong pada masyarakat luas agar mempersiapkan diri untuk menyongsongnya. Diperlukan jiwa kewirausahaan yang kuat agar tak tergilas peubahan sistem ekonomi yang ada. Karena dengan predikat sebagai negara maju, persaingan akan makin ketat, ritme kerja akan makin sulit dan berbasis teknologi. Jika tak ada kesiapan, sudah barang tentu harus bersedia menjadi kuli di bangsa sendiri.
Itu sebabnya, Hatta sangat mendorong tumbuhnya wirausahawan baru. Saat ini, berkali-kali ditekankan oleh Hatta bahwa Indonesia kekurangan stok pengusaha. Dan jika tak cepat dipenuhi, bisa saja target menjadi negara maju pada 2025 akan tersendat.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita semua mendorong anak cucu kita untuk sesegera mungkin bersiap menghadapi laju ekonomi yang makin membaik. Agar mereka nantinya tak tergilas oleh perubahan zaman, melainkan malah bisa memainkan peran yang baik ditengah membaiknya struktur ekonomi Indonesia.(***)
Hendra Wijayatmo
Penulis adalah analis dan peneliti masalah ekonomi di beberapa Negara berkembang.
terpopuler
-
12 Juni 2013
Hatta Rajasa dan Daya Tarik Politik
-
18 Juni 2013
Penyelamatan Bumi dan Penghematan Energi
-
11 Juni 2013
Hatta Datang Masalah Tenang
-
18 Juni 2013
Good Is Not Good Enough
-
14 Juni 2013
Hatta di Mata Ni Ketut Karlina
-
10 Juni 2013
Pemerintah Akan Suplai Gas ke Pabrik Pupuk
-
10 Juni 2013
Perbandingan Laju Penurunan Kemiskinan Beberapa Negara 2005-2009
-
17 Juni 2013
Tingkat Kemiskinan di Indonesia Periode 2004-2012
-
19 Juni 2013
Konsistensi Hatta Mengawal Ekonomi Nasional