18 Februari 2013

Sidang Rasyid, Korban Ikhlas, Tidak Akan Menuntut

Sidang Rasyid, Korban Ikhlas, Tidak Akan Menuntut

 

JAKARTA– Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang kedua atas kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, awal tahun baru lalu yang melibatkan Muhammad Rasyid Amrullah (22). Pada sidang hari ini, Senin 18 Februari, agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi.
 
Dalam pantauan hatta-rajasa.info, putera bungsu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Rajasa ini masuk ke sidang mengenakan kemeja lengan panjang abu-abu. Dia langsung menempati kursi yang sudah disiapkan, didampingi tim kuasa hukum yang diketuai oleh Riri Purbasari Dewi. Turut menemani Rasyid, ibundanya; Oktinawati Ulfa Dariah atau Okke Rajasa, serta dua kakaknya; Reza Rajasa dan Azimah Rajasa. Beberapa teman Rasyid juga terlihat menemaninya. Sementara itu awak media tampak memenuhi bagian depan dan sisi kanan ruang sidang.
 
Tepat pukul 10.00 WIB, sidang dimulai, diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Soeharjono. Ada empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saksi pertama Frans Jonar Sirait, merupakan sopir Luxio yang terlibat kecelakaan dengan mobil Rasyid. Saksi kedua, Eman, ayah Raihan, salah satu korban meninggal dunia. Saksi ketiga, Enung, istri Eman atau ibunda Raihan. Sedangkan saksi keempat adalah Suprianti.
 
Dalam kesaksiannya, Eman mengaku tak mau menuntut Rasyid. Ia bahkan meminta kasus ini dihentikan. "Ini jalan Tuhan. Saya tidak menuntut lagi. Saya sudah ikhlas hubungan dengan penabrak juga seperti keluarga," katanya saat menjawab pertanyaan majelis hakim. Meski butuh waktu lama untuk mencerna pertanyaan hakim, Eman pun menceritakan kronologis kecelakaan.
 
"Setelah tabrakan, saya tidak lihat istri dan anak saya lagi. Saya berteriak minta sopir berhenti. Saya langsung jalan dan melihat istri sudah berdarah sambil gendong Raihan," lanjutnya.
 
Eman melanjutkan, pasca kecelakaan, istri dan salah satu anaknya sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan. Seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Rasyid.
 
Senada dengan suaminya, Enung menyatakan sudah merelakan kepergian anaknya dan tidak akan memperpanjang lagi urusan kecelakaan. “Saya sudah melupakan musibah ini yang menurut saya adalah takdir Yang Maha Kuasa. Saya juga tidak akan menuntut lebih jauh terhadap tersangka,” tegas Enung.
 
Sementara Suprianti, salah satu penumpang di Luxio menyatakan, dirinya menumpang mobil tersebut menuju tempat kerjanya di daerah Bogor. Saat kecelakaan, dirinya dalam kondisi tidur. “Saat baru naik mobil, tidak lama kemudian saya langsung tertidur, tahu-tahu sudah terjadi kecelakaan,” bebernya.
 
Suprianti yang dirawat di Rumah Sakit UKI Cawang mengaku tidak mengenal supir mobil yang menabrak Luxio yang ditumpanginya. Namun dirinya mengakui bahwa perhatian keluarga si penabrak terhadapnya sangat baik, terutama saat dirawat. Oleh karena itu dia mengikhlaskan peristiwa yang melukai dirinya tersebut. “Saya ikhlaskan semua ini, karena kecelakaan ini tidak disengaja dan saya sudah membuat pernyataan untuk tidak memperpanjang masalah ini tanpa ada paksaan apapun,” ucapnya.
 
Sedangkan Rasyid yang diberikan kesempatan menyampaikan tanggapannya atas pernyataan semua saksi menyatakan dirinya berbelasungkawa atas musibah tersebut dan memohon maaf. “Atas nama pribadi, saya Rasyid mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan mendoakan agar cepat sembuh bagi yang masih dalam perawatan, semua yang terjadi saat itu diluar kehendak saya,” katanya. (AR).
terpopuler
quotes
Sejarah menunjukkan negara kita kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam akan mendatangkan kesejahteraan, kalau teknologi dikuasai untuk pengolah bahan baku tambang menjadi siap pakai. -HATTA RAJASA- 
Dalam MP3EI telah ditetapkan tiga pilar strategi, yaitu pengembangan potensi melalui koridor ekonomi, memperkuat konektivitas nasional dan mempercepat kemampuan SDM dan IPTEK nasional. -HATTA RAJASA-
Saya juga meminta seluruh kader PAN untuk menciptakan iklim yang kondusif agar pencapaian dan kemajuan yang telah dicapai bangsa ini dapat terus berlanjut. -HATTA RAJASA-